Rabu, 19 Oktober 2016

Dampak Perkebunan Sawit Desa Ansolok


DAMPAK PERKEBUNAN SAWIT DIDESA ANSOLOK
Slamat berjumpa kembali sahabat semua,
Dikesempatan kali ini saya akan membahas dampak perkebunan sawit didesa Ansolok.

“Awalnya perusahaan perkebunan sawit menjadi dambaan masyarakat, namun pada akhirnya berubah penyesalan”.

Perkebunan sawit yang masuk didesa Ansolok, Kec.Mempawah Hulu, kab. Landak (KAL-BAR) seingat saya mulai bergabung tahun 2007.yang meminta ijin kepada semua masyrakat khususnya masyrakat  Dusun sarikan untuk mengelola lahan didaerah tersebut dengan system kemitraan, berbagai janji pun sudah disepakati oleh keduabelah pihak (Masyrakat dan perusahaan).
Posisi perkebunan sawit milik  perusahaan ini berada diradius 700 meter di sebelah barat daya dusun Sarikan Desa Ansolok.

Adapun janji yang pernah disepakati tersebut adalah salah satunya membuka lapangan pekerjaan , membangun jalan akses petani dan lain lainya yang belum sempat saya bahas disini.
Setelah semua kesepakatan dilaksanakan maka mulailah perusahaan mengadakan penggusuran lahan (Land Clearing) dan sebagainya.
Sekitar 70% lahan masyrakat dusun sarikan desa Ansolok tersebut  telah dibuka untuk perkebunan sawit, itu merupakan kebun karet 50% dan ladang masyrakat 20%.
Setelah lama berjalan,timbul dalam benak hati masyrakat “ dimana kami akan memperoleh hasil lagi? Karena pekerjaan diperusahaan tidak merasakannya juga, segal tempat kami berladang, noreh karet dan lain-lain semua telah tergusur”.

Dari sebab itu, saya akan mengutarakan keluhan yang dipandang  menjadi kejanggalan dalam pengamatan masyrakat yaitu tenagapekerja dimasyrakat tersebut tidak sepenuhnya mendapatkan kesempatan untuk bekerja, terutama tenaga kerja harian lepas. Apalagi untuk bekerja dikantor atau level keatas, masyrakat sama sekali tidak mendapatkan kesempatan, banyak yang mengajukan lamaran tetapi tidak ada panggilannya, yang mendapatkan kesempatan bekerja disitu diperkirakan 20% saja dari jumlah pemilik lahan, itupun dikerjakan Temporeri yakni secara borongan kepada orang-orang tertentu, sehingga ada sebagian masyrakat disini mencari pekerjaan diluar daerah bahkan ada juga yang bekerja diluar negri.
Dua tahun terakhir hingga saat ini (tanggal penulisan blog ini 16 Oktober 2016), perusahaan ini sama sekali tidak ada kegiataan dilapangan, masyrakatpun semakin bingung, mau kerja apa mereka,  termasuk yang dulunya dipekerjakan diperusahaan itu kebingungan.

Terima kasih semua atas Kunjungannya. lain waktu disambung lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar