DAMPAK PERKEBUNAN
SAWIT DIDESA ANSOLOK
Slamat berjumpa kembali sahabat semua,
Dikesempatan kali ini saya akan membahas dampak perkebunan
sawit didesa Ansolok.
“Awalnya perusahaan perkebunan sawit menjadi dambaan
masyarakat, namun pada akhirnya berubah penyesalan”.
Perkebunan sawit yang masuk didesa Ansolok, Kec.Mempawah
Hulu, kab. Landak (KAL-BAR) seingat saya mulai bergabung tahun 2007.yang meminta ijin kepada semua masyrakat khususnya masyrakat Dusun sarikan untuk mengelola lahan didaerah
tersebut dengan system kemitraan, berbagai janji pun sudah disepakati oleh
keduabelah pihak (Masyrakat dan perusahaan).
Posisi perkebunan sawit milik perusahaan ini berada diradius 700 meter di
sebelah barat daya dusun Sarikan Desa Ansolok.
Adapun janji yang pernah disepakati tersebut adalah salah
satunya membuka lapangan pekerjaan , membangun jalan akses petani dan lain
lainya yang belum sempat saya bahas disini.
Setelah semua kesepakatan dilaksanakan maka mulailah
perusahaan mengadakan penggusuran lahan (Land Clearing) dan sebagainya.
Sekitar 70% lahan masyrakat dusun sarikan desa Ansolok
tersebut telah dibuka untuk perkebunan
sawit, itu merupakan kebun karet 50% dan ladang masyrakat 20%.
Setelah lama berjalan,timbul dalam benak hati masyrakat “ dimana
kami akan memperoleh hasil lagi? Karena pekerjaan diperusahaan tidak
merasakannya juga, segal tempat kami berladang, noreh karet dan lain-lain semua
telah tergusur”.
Dari sebab itu, saya akan mengutarakan keluhan yang
dipandang menjadi kejanggalan dalam
pengamatan masyrakat yaitu tenagapekerja dimasyrakat tersebut tidak sepenuhnya
mendapatkan kesempatan untuk bekerja, terutama tenaga kerja harian lepas.
Apalagi untuk bekerja dikantor atau level keatas, masyrakat sama sekali tidak
mendapatkan kesempatan, banyak yang mengajukan lamaran tetapi tidak ada
panggilannya, yang mendapatkan kesempatan bekerja disitu diperkirakan 20% saja
dari jumlah pemilik lahan, itupun dikerjakan Temporeri yakni secara borongan
kepada orang-orang tertentu, sehingga ada sebagian masyrakat disini mencari
pekerjaan diluar daerah bahkan ada juga yang bekerja diluar negri.
Dua tahun terakhir hingga saat ini (tanggal penulisan blog
ini 16 Oktober 2016), perusahaan ini sama sekali tidak ada kegiataan
dilapangan, masyrakatpun semakin bingung, mau kerja apa mereka, termasuk yang dulunya dipekerjakan
diperusahaan itu kebingungan.
Terima kasih semua atas Kunjungannya. lain waktu disambung lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar