Salam sejahtra sobatku seperjuangan
"Semoga Tuhan Memberkati"
Amin.
Amin.
Desa Ansolok adalah Merupakan desa bagian perbatasan antara Kab.Bengkayang dan Kab.Landak, ditinjau secara topografi daerah ini terdiri dari lembah, bukit dan berbatuan, daerah ini juga memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang cukup serta sumber daya alam pun cukup memadai untuk hidup sehari-hari, oleh sebap itu masyrakat disini tidak terlalu heboh dengan bantuan-bantuan yang disalurkn pemerintah, mereka punya prinsif tersendiri "ahe jare ia makant ia" yang artinya "biarkan mereka tidak mau bagi". Dari pembicaraan anak negri tersebut, bias kita simpulkan bahwa desa ini merupakan sebuah desa yang boleh dikatakan mampu berdiri sendiri walau minimnya bantuan yang disalurkan pemerintah,baik bantuan infrastruktur maupun bantuan matrial lainnya. masyrakat disini juga tidak terlalu berharap dan takut untuk bersuara, walaupun demikian, rasa perihatin kita tetap ada pada mereka meraka yang benar-benar memerlukan tapi juga takut untuk berbicara.
Desa Ansolok mempunyai topogrfi yang cukup lengkap, tapi toh jalan akses disinipun nampaknya kekurangan batu, rasanya aneh tapi nyata, belum lagi penerangan yang memeang belum sama sekali dinikmati, bahkan mereka punya inisiatip sendiri dengan membeli secara pribadi genset untuk bahan penerangan sementara, dengan adanya genset mereka mampu membeli bensin tiap malam rata-rata 1 liter per KK, sehingga desa inipun kalau malam ya lumayan hampir menyerupai pasar yang penuh dengan lampu dan penuh suara-suara mesin menyerupai pabrik-pabrik dikota-kota besar, hehe..lumayan kan?!
Desa
Ansolok merupakan desa Dikecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Provinsi
Kalimantan Barat yang kalu dinilai dari letak geografis dan susunan
topografinya sangat cocok sekali untuk pertanian dan perkebunan, Cuma yang
menjadi kendala didaerah ini adalah jalan akses, penerangan (PLN) dan
bantuan-bantuan lainnya yang memeang boleh dikatakan minim, saya merasakan
selama berada didesa ini sampai usia yang ke 35 Th sangat berbeda dengan
daerah-daerah lain yang boleh dikatakan maju seperti yang saya rasakan saat
ini, Mulai dari cara pemerintahan setempat telah saya amati. Bayangkan …! Untuk
membangun sebuah jalan saja mereka harus beli tanah untuk meninggikan jalan,
pasir batu semua itu dibeli sangat jauh karena
mereka berada didataran paling rendah. Tapi kok jalan mereka lebar dan
tinggi serta aspalnya sangat licin.
Wahai
pemerintah, “TOLONGLAH RAKYATMU YANG
TERTINGGAL” Berantaslah para koruptor dinegri ini, sebab satu orang
melakukan koruptor, besar biyanya sudah sudah mampu untuk membangun desa kami
untuk satu RT.
Dari beberapa kesimpulan diatas, saya berharap pada sobat semua, agar tabah dan kuat selalu untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.
sekian dulu tema kita saat ini, jika ada kesempatan kita sambung lagi.
PENGHASILAN DESA
Didesa Ansolok ini rata-rata berpenghasilan yang bersumber dari
alam yaitu menorah Karet alam (bukan
Unggul) dan berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,
Hasil tersebut hanya untuk bertahan hidup, karena segala hasil
yang didapat tidak bisa dijual diluar (dipasar). Semua ini dikarenakan jalan
akses desa ini belum sama sekali dibangun. Adapun hasil yang dijual harganya
lebih rendah karena lebih besar ongkos dari pada harganya.
Ditinjau dari segi perpolitikan
desa ini memang sudah tidak asing lagi bagi mereka, dan mempunyai rasa
berkebangsaan yang tinggi, sehingga sangat jarang sekali pada masa-masa pesta
demokrasi untuk tidak ambil bagian didalamnya, mereka punya kesadaran yang
tinggi untuk tetap memilih para calon partai politik, bahkan dibeberapa periode
mereka menyatukan tekat dan pikiran untuk memilih satu orang Pigur yang mereka
anggap baik, Seperti pada era pencalonan Gubernur dan Bupati merka memilih 99% terhadap satu orang pigur
tersebut,
Dan pigur tersebutpun naik
menduduki jabatan tersebut.
Politik yang sangat demokrasi
sudah dirasakan oleh masyarakat setempat waalaupun hingga saat ini selalu
diberikan harapan oleh para kandidiat calon parpol bahwa akan membangun dan
memperjuangkan desa ini, pada hakekat dan kenyataan nya NIHIL (tiada arti),
namun masyrakat tetap tabah dan sadar akan semua itu, dan tetap berpegang teguh
pada peraturan bangsa dan Negara
kesatuan Republik Indonesia.
Dimanakah letak keadilan dinegri
ini? Apakah kami salah memilih pada saat
demokrasi? Ataukah negri ini tidak mempunyai sosok yang benar-benar ingin
memimpin dengan seadil-adilnya?
PENDIDIKAN DESA ANSOLOK
Desa Ansolok Mempunyai gedung
Sekolah Dasar Negri, namun pasilitasnya
apa adanya, dan ada sekoah dasar milik Swasta, disini lah para anak-anak didik
oleh para guru, walaupun banyak keterbatasan dari pasilitas, namun anak didik
tetap bersemangat untuk bersekolah.
Desa Ansolok juga mempunyai Gedung
Sekolah Menegah Pertama milik yayasan
setempat (SMP Karya Bersama Ansolok),
Yang dikelola lansung oleh Mantan kepala Desa Ansolok (Bp.LINUS) sekaligus
sebagai Pendiri Yayasan tersebut. Yayasan ini dibentuk diperuntukan sebagai
Payung Hukum untuk mendirikan sekolah ini, dengan bermodalkan semangat dan
kegigihan agar sekolah ada ditempat tersebut.
Kondisi sekolah ini saat ini
sangat memperihatinkan, karena Biaya BOS tidak mencukupi untuk membayar gaji
para tenaga pengajar, sebab dana BOS yang diterima berdasarkan Jumlah murid
yang ada. Dengan Jumlah murid yang sedikit tapi sekolah ini tetap melaksanakan
pembelajaran, murid-muridpun merasa
terbantu dan terdidik dengan keberadaan sekolah SMP ini, walau dengan berbagai
kekurangan dari pasilitas yang diberikan pemerintah.
Harapan dari masyrakat setempat
agar pemerintah memperhatikan segala pasilitas pendidikan dan tenaga
pengajarnya, karena pendidikan didaerah ini memang sangat mereka butuhkan. Tak
heran jika putra dan putri desa Ansolok
sudah banyak yang Serjana, walaupun jauh dari tempat untuk kuliah, tapi
mereka tetap melanjutkan keperguruan tinggi untuk menuntut ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar